Wow, Kejari Unaaha Dijadikan Tempat Pembuatan Upal

oleh -4 views
Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Idham Sukry saat memperlihatkan dua pelaku penyebar uang palsu
Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Idham Sukry saat memperlihatkan dua pelaku penyebar uang palsu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONAWE – Seorang pegawai honorer Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Jefrezal Adyatma alias Adi (23) diringkus aparat Polres Konawe. Adi diduga telah membuat uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribu dan mengedarkannya bersama rekannya di wilayah Konawe.

Awalnya, polisi berhasil membekuk seorang pemuda, Deri Sukma Adrianto alias Deri (rekan Adi, red) saat hendak membeli minuman keras (miras) disebuah warung. Dari pengakuan Deri upal tersebut didapat dari Adi.

Sesaat kemudian, polisi langsung melakukan penangkapan terhadap Adi yang keberadaannya tidak jauh dari warung tempat beli miras.

Kepada polisi Adi mengaku membuat upal pecahan Rp 100 tersebut di kantor Kejari Unaaha pada saat situasi sepi dimalam hari.

“Iya, saya buat di ruangan pidsus. Untuk transaksi narkoba dan miras,’ ujar Adi di Polres Konawe, Rabu, (3/5/2017).

Sementara itu, Kepala Kajari Konawe, Saiful Bahri Siregar membenarkan adanya salah satu pegawainya yang diamankan polisi dengan dugaan membuat dan mengedarkan upal.

“Kita serahkan proses hukumnya ke pihak penyidik Polres Konawe, karena dimata hukum semua orang sama. Kalaupun berkasnya sudah masuk maka kita pasti akan proses sesuai dengan aturan yang berlaku. Saya luruskan, itu bukan cetak tapi foto copy, kalau cetak berarti ada alat cetaknya. tapi ini hanya foto copy saja,” tegasnya.

Menurut Saiful, informasi yang ia terima sebelumnya Adi sempat bercanda dengan rekan-rekannya bahwa ada upal miliknya, dan bisa digunakan untuk belanja.

“Dia sempat main-main sama temannya. Ini he ada uang palsu kalau mau pake belanja,” ungkap Saiful menirukan bahasa Adi.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku diancam pasal 244 subsider pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Laporan : Muhammad Andry

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •