Wr 3 UHO: Uang Pangkal Wajib

oleh -25 views
Wakil Rektor 3 Laode Ngkoimani (kanan) didampingi Humas UHO, Maulid (kiri) saat memberikan keterangan pers terkait uang pangkal. Foto : Azwirman.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Polemik penarikan uang pangkal terhadap mahasiwa baru (maba) jalur SMMPTN 2017 Univeritas Halu Oleo (UHO) yang berujung pada penyegelan Gedung Rektorat UHO oleh ratusan mahasiswa beberapa saat lalu, membuat geram civitas akademik UHO.

Melalui Wakil Rektor 3 Laode Ngkoimani, pihak UHO mengatakan penarikan uang pangkal tetap akan dilaksanakan dan itu merupakan wajib terhadap maba jalur SMMPTN. Sebab, penarikan uang pangkal berdasarkan Peraturan Mentri Riset Teknologi dan Pendidikan Perguruan Tinggi (Permenristekdikti), dan itu berlaku untuk semua Perguruan Tinggi di Indonesia.

“Wajib dan hanya untuk jalur SMMPTN. Penarikan uang pangkal sesuai dengan Permenristekdikti, terutama yang terakhir Permen nomor 38 tahun 2017,” ujar Laode Ngkoimani beberapa saat lalu.

Lanjut, Laode Ngkoimani mengatakan uang uang pangkal yang ditarik terhadap maba jalur SMMPTN akan dikelola secara kelembagaan dan seusai aturan pengelolaan keuangan negara. Penarikan uang pangkal bukanlah pungutan gelap atau pungutan liar, sebab berdasarkan Permenristekdikti.

“Kami sampaikan kepada masyarakat, uang pangkal bukan untuk kepentingan panitia, apalagi pakai bahasa tidak etis atau bahasa lainnya. Secara tegas di dalam Permen disebutkan bahwa pungutan lain selain UKT itu namanya uang pangkal atau penyebutan lain,” ungkapnya.

Mengapa besarannya bervariasi?

Menurut Laode Ngkoimani, terjadinya perbedaan besaran uang pangkal tiap program studi dikarenakan pihak UHO masih mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat, sehingga masyarakat dapat memilih mana program studi yang dimampui.

“Kami juga mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat.
Olehnya itu, dengan bervariasinya besaran uang pangkal diharapkan agar masyarakat dapat memilih mana yang dimampui,” katanya.

Lanjut Laode Ngkoimani mengatakan uang pangkal akan digunakan untuk pengembangan institusi termasuk prodi yang dimasuki maba jalur SMMPTN.

“Tentu nanti akan disesuai dengan kebutuhan dan daya minat masyarakat terhadap prodi tersebut,” tuturnya.

Uang Pangkal UHO Belum Ideal

Desakan ratusan mahasiswa UHO yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UHO menuntut pengkajian ulang penentuan besaran uang pangkal ditanggapi dingin oleh Laode Ngkoimani. Pasalnya dibandingkan dengan Perguruan Tinggi lainnya, besaran uang pangkal UHO masih belum ideal sebab tergolong murah.

“Coba kita bandingkan dengan Perguruan Tinggi lainnya, seperti Universitas Gorontalo. Disana (Gorontalo) uang pangkalnya Rp 7,5 juta paling rendah dan tidak boleh memilih. Di UHO Rp 1 Juta, dan boleh memilih,” katanya.

Untuk diketahui uang pangkal terendah yang diberlakukan UHO sebesar Rp 1 juta (Prodi Ilmu Budaya) dan tertinggi Rp 450 juta (Prodi Kedokteran).

Laporan : Awi

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •